Pandai Bergaul

Tags

#OneDayOneSirah * 02 April 2015

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh

Apa kabar iman hari ini saudara-saudariku ? semoga iman kita selalu bertambah, semakin dekat dan mencintai Allaah dan Rasulullaah, semakin tertanama iman dan islam kita, semakin senang berbagi, semakin menjauhi keburukan-keburukan dan semoga Allaah tetap memberikan hidayahNYA pada kita... aamiiin Allaahumma aamiiin

Hari ini kita akan mengetahui bagaimana Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam bergaul, bersosialisasi, dan semoga kita dapat mencontohnya...

BismillaahirRahmaanirRahiim

Pandai Bergaul

Saudara-saudariku, Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallam sangat pandai bergaul dengan siapa saja. Beliau mempunyai banyak kenalan baik, mulai dari budak sampai ke para pembesar. Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam sangat menghormati sahabat-sahabatnya. Bahkan, banyak di antara mereka yang beliau beri julukan "kesayangan". Sebaliknya, para sahabat pun amat menyayangi Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam. Sebagian mereka memberi Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallam dengan julukan "kesayangan" juga. Abu Dzar memberi julukan "khalil" kepada Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallam. Khalil berarti 'teman' atau 'kekasih'.

Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam tidak pernah menolak undangan. Sesibuk apa pun, Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam selalu bisa membagi waktu dengan baik untuk memenuhi sebuah undangan. Hal-hal seperti ini membuat beliau amat dihormati dan dihargai lawan atau pun kawan.

Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam menjadi orang yang disayangi dengan tidak banyak mengumbar bicara. Sebaliknya, beliau malah lebih suka mendengar daripada berbicara. Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam selalu berkata seperlunya. Kalau bicara, kata-katanya mengalir lancar dari celah gigi-giginya. Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam selalu bicara ke pokok masalah, jelas tanpa bertele-tele.

Jika sedang marah, wajah beliau berubah, tetapi beliau selalu menyembunyikannya dari orang lain. Kalau disakiti, beliau membuang wajahnya ke samping. Kalau gembira, Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam menundukkan kepala. Canda beliau selalu sopan dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak. Tertawa beliau hanya tersenyum.

Saudara-saudariku, selain amat menyayangi sesama manusia, beliau adalah penyayang binatang. Tahun 630 Masehi, beliau pernah berjalan memimpin sepuluh ribu tentara Muslim. Saat itu, Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam melihat seekor anjing bersama anak-anaknya menghalangi jalan. Beliau memerintahkan agar pasukan tidak mengganggu sang induk anjing dan anak-anaknya. Rasulullaah Shalallaahu 'Alaihi Wassallaam bahkan memerintahkan seorang prajurit menjaga anjing itu sampai semua pasukan lewat.

Mungkin terbersit pertanyaan, dengan pribadi sehebat itu, apakah Muhammad sudah tahu tentang Allaah sebelum beliau diangkat menjadi utusan-NYA?

Demikian kisah Sirah Nabawiyah hari ini, semoga kita dapat mengambil hikmah pelajaran dan menjadikan teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Informasi Tambahan:

Allah telah dikenal sebelum Islam Datang

Orang-orang jahiliah telah mengenal Allaah. Hal itu adalah bekas dari ajaran Nabi Ibrahim. Namun, mereka menggunakan berhala sebagai perantara kepada Allaah. Mereka bahkan mempunyai banyak berhala yang akhirnya dianggap sebagai tuhan selain Allaah.

Kisah Sirah Nabawiyah ini diambil dari buku "Muhammad Shalallaahu 'Alaihi Wassallam Teladanku" jilid 2 halaman 6-7


EmoticonEmoticon