Inspirasi - Iman itu Menggerakkan, Menguatkan dan Keajaiban

“IMAN ITU MENGGERAKAN, MENGUATKAN DAN KEAJAIBAN?”
#InspirasiSa'i
By. Rendy ReZha

Semalam di kajian Grup WhatsApp “Keajaiban Umroh Batch I” yang dibuat mas Asa Saefulloh Achmad yang membahas tentang "Butuh apa sih buat Umroh?"

Berikut ringkasannya semoga bermanfaat:

Assalamu'alaikum wr.wb
Sebenarnya saya lagi ingin banyak mendengarkan.. Karena lebih nyaman mendengarkan kajian dari guru sekaligus sahabat kita semua mas Asa..
Tapi kalau murid tugasnya ya manut.. Diminta ngisi yasudah bismillah..

Semoga makin jadi hamba yang tahu diri.
Kenapa?
Karena dengan menjadi hamba kembali maka jangankan umroh.. Anda ngga tahu bikin perusahaanpun nanti dianterin aja tuh perusahaan.. Bahkan tanpa uang sedikitpun.
Itulah yang terjadi di PPA.. 2 perusahaan sekaligus Allah anterin tanpa biaya.
Ini saya sharing aja lho.. Ndak ngajarin.

1 perusahaan training (PPA Institute; www.polapertolonganallah.com) yang sekarang alhamdulillah sudah 460 angkatan, 8000 alumni, ribuan testimoni keajaiban, 8 rumah tahfidz, 60 kota se Indonesia,, dl.
1 lagi Perusahaan Umroh Haji PPA Tour and Training (www.ppa-themiracle.com).. Yang kemarin 156 jamaah perdana kita berangkatkan dan kedepan sudah ngantri 500 jamaah. Alhamdulillah... Segala puji hanya bagi Allah.

Kuncinya..
Semakin jadi hamba yang tahu diri dihadapan-Nya maka semakin tenang hidup, bahagia dan sukses.. Sukses itu hanyalah efek dari hal tadi..
Maka jangan jadi orang sukses.. Tapi sukseslah menjadi hamba-Nya..
Maka kesuksesan hanyalah efek.. Yang makin membuat diri ini merasa lemah dihadapan-Nya

Mungkin kawan2.. Dari kajian ini berharap dapat teknis2 menuju baitullah..
Maaf.. Saya ndak bahas itu. Teknis kesana nanti akan Allah sendiri yang menunjukan..
Seperti Musa yang tidak tahu harus apa di pinggir laut.. Namun ketika dia berhasil "membaca pesan cinta-Nya" maka Allah seru..
"Pukullah tongkatmu Musa!"

Ada satu hal yang paling penting didalam proses hidup ini yang menjadi kunci semuanya..
Yaitu.. Iman..
Pertanyaan saya..
"Kita sholat, sedekah, puasa dll sudah bisa disebut sudah beriman belum?"

Jawab dulu yah.
...................
...................
...................

Kalau pendapat saya sih... spertinya belum..
Iya saya setuju bahwa itu adalah salah satu manifestasi dari keberimanan namun jika dibilang sudah beriman maka perlu dibahas lebih dalam.
قالَتِ الْأَعْرابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمالِكُمْ شَيْئاً إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٤) إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتابُوا وَجاهَدُوا بِأَمْوالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (١٥

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (14) Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (15)”. (Qs. al-Hujurat: 14-15)

Disana Allah membedakan antara ketundukan dan keberimanan..
Iya juga sih ya,.. soalnya hari ini banyak orang yang sholat namun hanya ketika ada yang melihat, didepan mertua.. ada yang berbicara baik-baik didepan umum namun dibelakang khianat.. ada yang didepan bijaksana dibelakang dia berzina,,
Iman itu adalah percaya.. namun kalau dibahas secara kaidah per huruf.. Alif, Mim dan Nun artinya yang paling penting mengenai segala sesuatu yang sudah ditentukan oleh Allah..
Iman itu gampangnya adalah percaya.. harusnya percaya itu menimbulkan efek nafsul muthmainnah.. atau tenang dan damai.
Misal.. Anda pulang tengah malam dianterin sama orangtua. Tenang apa ketakutan? Pasti tenang..
Sedangkan kalau Anda pulang malam ditemani orang baru ketemu di jalan gimana rasanya? Tenang atau khawatir?
Pastinya khawatiran.
Pertanyaannya adalah kenapa jalan sama ortu jadi tenang sedangkan jalan sama orang tadi ngga tenang?
“Ya karena kita kenal lah mas...”

Owh.... jadi percaya itu seharusnya menimbulkan efek ketenangan.. sedangkan percaya itu sendiri adalah efek dari kenal.
Maka orang yang kenal Allah dengan yang tahu ada nama Allah pastilah berbeda,,
Orang yang kenal Ar-Razzak (Maha Pemberi Rezeki) yakin deh ngga akan galau dengan rezekinya.. dipecat dari kantor ya biasa aja.. karena dia paham (bukan tahu) bahwa rezeki itu urusan Allah.. kerjaan cuma wasilah
Tapi orang yang baru tahu ada nama Ar-Razzak dan sekedar baru tahu slogan Allah adalah pember rezeki yakin deh pasti masih galau ^^.
Pertanyaannya.. kita ini sebenarnya sudah tahu atau sudah kenal? #Retoris

Maka tema kali ini saya bilang sangat penting..
Kenapa? Karena inilah yang akan membedakan orang yang sedang berjuang ke baitullah tanpa iman yang menenangkan itu dengan orang yang berjuang dengan iman yang menenangkan itu
Sekalipun kita diberi tongkat musa yakin deh.. ngga akan bisa belah laut ^^.
Kenapa? Padahal tongkatnya sama dan aksinya pun sama..

Yap, sekarang Anda sudah tahu.. bahwa penentu keajaiban bukan actionnya tapi apa??? #Jawab ^^
Oke... ^^ Gud.

Ketahuilah bukan tongkat musa dan pukulannya lah yang membelah lautan namun keimanan nabi Musa lah yang membuat Allah jatuh cinta dengannya sehingga mau membelahkan laut untuk beliau.
Iman nabi Ibrahimlah yang membuat Allah jatuh cinta sehingga mau menjadikan apinya dingin..
Iman siti Hajarlah yang membuat Allah jatuh cinta sehingga mau menghadirkan zam-zam..

Pertanyaannya adalah iman kita sudah bisa apa? Kalau kata guru saya..
"Jangan2 iman antum mas belum bisa datengin nasi goreng sepiring tuh"
Gampangnya mengetest bagaimana keimanan kita melalui gambar dibawah ini..
Jangan dijawab pakai tulisan.. tapi coba jujur dengan hati sendiri..
Muncul optimis tanpa tapi atau malah bertanya "Bisa nggak ya?"

Nanti diujung saya akan bahas stepnya deh.. tapi hal terpenting ini harus ngeh dulu karena percuma nanti... kalau kita mengandalkan logika kita maka stress kita dan hopeless..
Namun ketika Allah lebih dominan di hati.. terbukti dari kalau lagi ngga sholat lebih banyak keingetan kemana ^^. Ketika Allah lebih dominan di hati maka selamat tinggal menyempurnakan ikhtiar iman maximalnya (poin 2 PPA).
Pertanyaannya adalah “bagaimana mas memiliki iman yang mengundang keajaiban?”
Kalau bahas ini panjang... bisa seharian sendiri.. saya pun masih belajar. Namun dasar terpentingnya saja coba kita diskusi disini.. Apa itu?

Yaitu Tauhid!
Sebelumnya saya mau tanya nih.. Semua mau umroh??
Salah nanya saya hehee... ya pasti mau umroh semua lah hehe.
Kalau Anda punya HP bagus,,, trus saya langsung aja tuh ambil HPnya.. karena jauh jaraknya jadi pakai alat pancing deh tuh #NiatBanget hehe.. Tanpa muka bersalah saya berusaha ngambil HP Anda.. dan Anda dari awal liat.. kira-kira ini saya namanya lagi ngapain??
"Maling mas."
hehehe.. yap betul banget.. sering banget kita modelnya begitu..
Mudah2an tadi sholat yang pada ngaku mau umroh udah izin ke Allah.

Lho memang Haramain itu punya siapa?
Kok kita ndak sering banget ndak ada izin-izinnya..
Kita sering banget maksudnya
Mau cari pekerjaan langsung aja nyari..
Mau makan langsung aja beli.
Mau nyari jodoh langsung aja narik akhwat ke KUA #Eeh.. ^^
Pun dengan umroh.. Mau umroh langsung aja ke travel, ngumpulin uang, nabung, dll tapi kebanyakan dari kita lupa izin ke Allah..

Anda kan dari daerah masing-masing nih se-Indonesia..
Umroh didaerah Anda butuhnya berapa sih? Sama ongkos ke Jakarta yah..
#LastQuestion jawab dulu
..............................................
..............................................
Jawaannya beragam yah.. masyaallah...
Ada yang 13 juta, 25 juta, 30 juta bahkan 40 juta.
Mau tahu jawabannya?? ^^

Gini-gini.. baca dulu tulisan saya yang ini WAJIB! Jangan lanjutkan dulu yang lain sebelum yang ini >>> https://www.facebook.com/groups/1768849646718632/permalink/1770113459925584/


Jadi bukan 13 juta sd 40 juta yah...
Butuhnya 1! Yaitu KUN!
Kejauhan jarak Anda kalau bilang sekian puluh juta.. tapi kalau butuhnya hanya KUN maka jarak Anda dengan haramin hanya sejengkal bahkan lebih dekat lagi
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖفَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)
Inilah kuncinya... Kunci menghadirkan yang 1 itu (KUN)..

Yuk kita bahas lebih jauh..
Kunci atau step Anda menuju umroh perdana Anda atau memberangkatkan sekeluarga Anda hanyalah 4 :
1. Pahamilah KUN Allah dekat.. sekali lagi.. pahami bukan tahu. Paham yang parameternya menentramkan dada bukan yang meninggalkan resah
2. Minta..
3. Penuhi..
4. Percaya..
Poin 1 diatas sudah dijelaskan panjang lebar yah...

Sekarang masuk poin 2..
"Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku,"

Perhatikan diksi keindahan dan kemesraan yang Allah bilang..
1) Allah mengabulkan permohohon orang yang berdoa

Allah tidak bilang Aku mengabulkan doa orang-orang yang sholeh saja..
Aku mengabulkan doa orang-orang yang tanpa dosa saja..
Aku mengabulkan doa orang-orang yang baik saja..

TIDAK! Tapi Allah bilang "Orang yang berdoa"

Seakan Allah bilang ke kita..
"Hambaku.. semunfaik apapun dirimu, sekotor apapu dirimu.. sebanyak apapun dosamu dan maksiat yang kau tutup-tutupi sekalipun kamu sring melupakan Aku.. namun Aku tetap sayang padamu dan memberikan kebutuhanmu.."

Bahkan Allah bilang menggunakan diksi "عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ"
"Aku dekat"..
Masyaallah... T_T.
Siapa yang lebih sibuk dibandingkan Allah?? Presiden tidak ada apa-apanya.. preseiden aja susah banget ditemui.. tapi Allah sesibuk apapun jika hamba tercintanya menengadahkan tangannya Allah langsung menatap padanya bahkan Allah bilang.. إِذَا دَعَانِ "Apabila dia berdoa"
Walaupun kita datang ketika butuh saja... Allah tetap sayang..
Walaupun kita jarang berdoa malah seperti menyuruh.. Allah tetap sayang..
Walaupun tangan jarang menengadah ke langit... Allah tetap bilang "Aku menatapnya kapanpun kamu meminta"

Allah... T_T.
Kalau udah gini jadi pengen cepet-cepet.. sujud sebagai hamba yang hina didepan Ka'bah
nangis karena selama ini jadiin Allah "pesuruh" dan kita jadi makhluk yang kurang ngajar
Nah.. maka mintalah Anda diperjalankan ke rumah-Nya sebagai hamba yang ingin berterimakasih.. atas semuanya... sudah itu aja.. jangan niat macem2.. doa biar dikabul belakangan
ketika semakin jadi hamba yang tahu diri.. Allah semakin sayang..

2) "maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku)"

Inilah langkah selanjutnya setelah berdoa.. yaitu penuhi perintahnya Allah dan jauhi larangannya..

Haruslah kawan-kawan... ya kok kita ndak tahu diri sekali udah minta nyuruh-nyuruh serasa siapa yang Tuhan.. memenuhi permintaan Allah saja males. Maka setelah berdoa maka jalanin apa yang Allah mau dari kia sebagai hamba-Nya.. toh bukan untuk Allah tapi diri sendiri.
Kebayang nggak... Anda punya saudara susah banget dan ngga nurut.. tapi kalau minta apa-apa harus diiyain, males juga kan..
Karena kita butuhnya KUN-nya Allah maka lakukan lah langkah-langkah yang membuat Allah ridho..
Ya semuanya.. bukan cuma ibadah magdhoh saja... yang gairu maghdoh juga..
Tapi Maha pengertiannya Allah dahsyat.. Allah bilang dengan diksi "fayastajibuli" artinya maka berusahalah memenuhi perintah-Ku.. bukan "Falyujiibuli" yang artinya maka penuhilah semua perintah-Ku karena Allah tahu kita ndak akan sanggup.. kalau disuruh memenuhi semuanya..
Berusahalah.. yang ngga bisa tahajud ya dhuha.. ngga bisa 12 rakaat ya 2 rakaat.. sedekah ndak bisa jutaan ya ribuan.. tapi semaximalnya... berusahalah.. Allah senang.

“Sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman: ‘Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya." (HR. Bukhari).

3) "hendaklah mereka beriman kepada-Ku"
Disinilah keimanan yang di awal tadi sudah panjang lebar kita diskusikan..

Iman kita akan diuji.. bahkan sampai di detik-detik pendaftaran umroh mau ditutup.. apakah kita menjadi hamba yang meragu atau tetap berkata "I Believe in You.. My Rabb.. T_T."
Kalimat iman diujung ini bukanlah hanya tempelan penghias ayat namun faktor terpenting dari semuanya.. ini adalah inti dari poin2 diatas yang kita bicarakan..
Ini adalah ruhnya.. maka “IMAN ITU MENGGERAKAN, MENGUATKAN DAN KEAJAIBAN!”
Inilah yang Allah siratkan dalam kisah Siti Hajar pada saat sa'i..

Kisah penutup diskusi malam ini yaitu tentang Siti Hajar
Dalam sa'i kemarin kami 156 jamaah umroh PPA Tour and Training (www.ppa-themiracle.com) mencoba merasakan gejolak batin dan keimanan seperti apa yang Siti Hajar tunjukan kepada Tuhan-nya dalam pembuktian imannya.
"Say.. kalau Reyhan (anak saya) nangis kehausan yang teramat sangat, persediaan air habis, kurman pun tak ada.. bahkan sampai ASI kamu ngga keluar.. kira-kira perasaan kamu bagaimana dan apa yang mau kamu lakukan ditengah gurun pasir ini?" Tanya saya kepada istri.
"Pastinya sedih dan kayaknya bukan sedih lagi say.. tapi sampai hampir hopeless.. secara kondisi parah begitu dan tidak ada air sama sekali. Mungkin hanya bisa nangis meraung-raung didetik terakhir itu.. parahnya harus menyaksikan anak dalam kondisi demikian." jawabnya.
"Masyaallah... Siti Hajar itu imannya luar biasa yah. Dia pasti tahu bahwa tidak mungkin ada air di gurun pasir seperti ini... tapi dia tetap bergerak walau tidak tahu harus apa, bagaimana, dimana dan kapan. Dia bergerak karena keyakinannya tehadap Allah yang Maha Menjaga keduanya. Hasbunallah wani'mal wakil...

Inilah yang dimaksud dengan IMAN ITU MENGGERAKAN." Terang saya.
"Kemudian gimana coba yah say gejolak hatinya dia lari ndak bawa anaknya lho.. ditinggal di dekat pondasi ka'bah (jauh). Kondisi anaknya nangis meraung-raung dan kamu harus lari dari Safa dan Marwah.. dan tidak tahu harus sampai kapan. Kita jalan saja sudah pegel... bisa minum enak, dingin,.. sedangkan Siti Hajar?? Mungkin dia sempat lelah juga aku rasa.. terutama lelah batin... ngga mungkin ngga pakai nangis tuh larinya.. tapi terus bergerak. Bahkan sampai hampir mau pingsan di akhirnya lho say..

Disisi inilah IMAN ITU MENGUATKAN.. dia tidak tahu harus sampai kapan merayu Allah, memohon, namun imannya menguatkan dia untuk bertahan dan tidak berputus asa..

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Katakanlah: “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Az-Zumar: 53)" tambah saya.

"Dan lihat say... Allah menghiburnya dengan Air Zam-zam yang keluar dari arah yang tidak disangka-sangka sebagai balasan lulus ujian keimanannya dan penguat hatinya..
inilah IMAN ITU KEAJAIBAN.." tambah saya.


Semoga semua yang membaca, memahami, menshare Allah rubah hidupnya dan disegerakan ke haramain bersama orang-orang yang dicintai.


EmoticonEmoticon