Al Qur'an Sebagai Nutrisi Ruh

*Quran sebagai Nutrisi Ruh*
Oleh : Fauziah Harlest Sari

"Dan berkata Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an ini sesuatu yang tidak diacuhkan".
[QS Al-Furqan: 30]

Saudaraku...
Bukankah kita sepakat,
Bahwa tilawah adalah kebutuhan ruh diri.
Lalu apa jadinya jika ia terhenti dan tertahan.

*Tidak terpenuhi..?*
Efeknya tak langsung diri rasa.

Mungkin ruh diri akan menderita rabun, seperti saat tubuh terlalu lama kekurangan vitamin A.
Mungkin ruh akan kudisan, seperti saat kulit haus akan vitamin C.
Mungkin ruh akan keropos, seperti tulang yang kekurangan kalsium.
Mungkin ruh kita akan mengalami anemia, seperti tubuh saat kekurangan hemoglobin.
Atau mungkin ruh kita akan menderita sakit maag, seperti lambung.

Tubuh akan perlahan berpenyakit dan berakhir kematian, jika tak memperoleh asupan gizi yang baik.
Begitu juga ruh. Perlahan berpenyakit dan mungkin juga mengalami kematian hati saat lama nutrisi tidak terpenuhi.

Saudara Qur'anku...
Odojers itu *Tidak Malu* untuk melapor, berapa lembar pun yang telah diri baca. Saling memacu semangat bersama.
Odojers itu *Tidak Menanti* waktu menjelang tutup laporan. Kebut-kebutan bersama lembar-lembar Qur'an.
Odojers itu *Tidak Perlu Ditagih* tilawahnya. Sudah sampai mana, sudah selesai atau belum?.
Odojers itu membantu menyemangati.
Saling mencinta, bergerak dalam keistiqomahan membersamai Qur'an.

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻞِ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﺭَﺑِﻴﻊَ ﻗُﻠُﻮْﺑِﻨﺎَ، ﻭَﻧُﻮْﺭَ ﺻُﺪُﻭْﺭِﻧﺎَ، ﻭَﺟَﻼَﺀَ ﺃَﺣْﺰَﺍﻧِﻨﺎَ، ﻭَﺫَﻫَﺎﺏَ ﻫُﻤُﻮْﻣِﻨﺎَ
“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”.

◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/202/02/01/2017
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹


EmoticonEmoticon